Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram Laksanakan Studi Ekskursi ke Lapas Perempuan Kelas II Yogyakarta dan LPKA Yogyakarta

Yogyakarta, 18 Juni 2026 – Program Studi Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram melaksanakan kunjungan akademik ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II Yogyakarta dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Yogyakarta pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Hukum Pemasyarakatan sekaligus upaya memperkenalkan Program Studi Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram kepada jajaran Lembaga Pemasyarakatan.

Rombongan Universitas Widya Mataram dipimpin oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Aida Dewi S.H., M,.H., didampingi Ketua Program Studi Magister Hukum, Laili Nur Anisah, serta dosen Magister Hukum, Dr. Kelik Endro Suryono, S.H., M.Hum.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas II Yogyakarta, Mardiati Ningsih, A.Md., IP., S.Sos., M.H, serta Pelaksana Harian (PLH) LPKA Yogyakarta, Sriyono,.S.H,.M.H didampingi oleh Aris Yudiarto,.S.H. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana Universitas Widya Mataram, Dr. Aida Dewi, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menghubungkan teori hukum yang dipelajari di ruang kelas dengan praktik penyelenggaraan sistem pemasyarakatan di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pelaksanaan pembinaan warga binaan pemasyarakatan serta pembinaan anak yang berhadapan dengan hukum.

Agenda pertama kegiatan ini adalah implementasi pembelajaran mata kuliah Hukum Pemasyarakatan. Para peserta memperoleh penjelasan mengenai sistem pembinaan, program rehabilitasi, pendidikan, serta berbagai upaya yang dilakukan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan. Selain mendapatkan paparan dari pihak lembaga pemasyarakatan, mahasiswa Magister Hukum juga diberikan kesempatan untuk melakukan wawancara dan berinteraksi secara langsung dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga karena mahasiswa dapat memahami pengalaman, proses pembinaan, serta tantangan yang dihadapi warga binaan dari perspektif yang lebih nyata dan humanis. Interaksi tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai implementasi prinsip-prinsip hukum pemasyarakatan dalam praktik.

Agenda kedua adalah sosialisasi dan promosi Program Studi Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram. Dalam kesempatan tersebut, tim Pascasarjana memperkenalkan berbagai keunggulan program studi, kurikulum yang relevan dengan perkembangan hukum kontemporer, serta peluang pengembangan kompetensi akademik dan profesional bagi aparatur pemasyarakatan maupun masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II Yogyakarta, Mardiati Ningsih, A.Md., IP. S.Sos., M.H., menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kerja sama antara institusi pemasyarakatan dengan Universitas Widya Mataram dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, pihak LPKA Yogyakarta juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Widya Mataram dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan institusi pemasyarakatan. Kegiatan semacam ini dinilai penting untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya kajian-kajian hukum yang berbasis pada realitas empiris di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu hukum secara teoritis, tetapi juga aktif membangun sinergi dengan berbagai lembaga penegak hukum dan pemasyarakatan guna mendukung penguatan sistem hukum nasional yang berkeadilan, berorientasi pada kemanusiaan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Rapat Kerja Universitas Widya Mataram Tahun Anggaran 2026/2027

Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi dan Rapat Kerja Tahun Anggaran 2026/2027 di Kaliurang, Sleman, pada Rabu–Kamis (3–4 Juni 2026). Mengusung tema “Penguatan dan Sinergi Sumber Daya Manusia Menuju Universitas Widya Mataram Unggul”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan, program kerja, serta langkah-langkah penguatan institusi dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang pengembangan perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Pengurus Yayasan Mataram Yogyakarta, antara lain Sekretaris Umum Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono dan Bendahara Gusti Kanjeng Ratu Bendara, beserta jajaran pimpinan universitas, fakultas, program studi, dan unit-unit kerja di lingkungan UWM. Rapat kerja ini diarahkan untuk menyelaraskan program dan kegiatan seluruh unit guna mendukung pencapaian target institusi, termasuk persiapan menuju Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) tahun 2027.

Dalam sambutan dan arahannya, GKR Bendara menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika UWM atas dedikasi dan capaian yang telah diraih selama ini, khususnya bagi program studi yang berhasil memperoleh predikat Akreditasi Unggul.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa komitmen terhadap mutu mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh program studi untuk terus meningkatkan kualitasnya,” ujar GKR Bendara.

Ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia, persiapan Akreditasi Perguruan Tinggi 2027, serta pengembangan kerja sama internasional harus menjadi prioritas dalam penyusunan program kerja tahun mendatang. Menurutnya, seluruh kerja sama yang telah dimiliki UWM perlu diwujudkan dalam program nyata yang berdampak bagi peningkatan kualitas dan reputasi universitas.

“Program kerja yang disusun harus memiliki target yang jelas, terukur, dan mendukung peningkatan daya saing UWM baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. menegaskan bahwa UWM memiliki modal yang kuat untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi unggul. Selain didukung jumlah dosen bergelar doktor yang berada di atas rata-rata nasional, saat ini juga banyak dosen UWM yang sedang menempuh studi doktoral.

“Kita memiliki sumber daya manusia yang sangat potensial. Karena itu, saya mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap optimistis dan terus bekerja bersama membangun kualitas universitas,” kata Prof. Edy.

Ia juga menegaskan bahwa UWM akan tetap berkomitmen mengembangkan seluruh program studi yang ada. Menurutnya, setiap program studi memiliki peluang untuk berkembang selama didukung semangat bersama dalam meningkatkan kualitas akademik dan menarik minat calon mahasiswa.

Selain itu, Prof. Edy menyampaikan bahwa dalam sembilan tahun terakhir aset UWM telah meningkat hingga lebih dari Rp100 miliar. Ke depan, universitas juga menargetkan pengembangan Kampus Terpadu Tahap III melalui kerja sama dengan mitra eksternal yang diproyeksikan semakin memperkuat kapasitas dan daya saing institusi.

“Mari kita bergandengan tangan membangun UWM melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang berkualitas serta upaya bersama meningkatkan jumlah mahasiswa demi keberlanjutan universitas,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi dan rapat kerja ini, UWM berharap dapat menghasilkan program-program strategis yang tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif tahunan, tetapi juga menjadi instrumen percepatan pencapaian target institusi, khususnya menuju keberhasilan Akreditasi Perguruan Tinggi tahun 2027 serta terwujudnya Universitas Widya Mataram sebagai perguruan tinggi yang unggul, berbudaya, dan berdaya saing global. (Sumber: https://new.widyamataram.ac.id/content/news/gkr-bendara-program-kerja-uwm-harus-berorientasi-mutu-dan-daya-saing-global)

Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram di Berbagai Instansi Penegak Hukum dan Pemerintahan Kota Magelang

Magelang, 28 April 2026 – Program Studi Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram (UWM) melaksanakan kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 kepada sejumlah instansi penegak hukum dan pemerintahan di Kota Magelang pada Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan Program Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram kepada para aparatur sipil negara, penegak hukum, serta pegawai instansi pemerintah yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister guna meningkatkan kompetensi dan kapasitas profesional di bidang hukum.

Sosialisasi dilakukan oleh Ketua Program Studi Magister Hukum, Laili Nur Anisah, S.H., M.H., yang didampingi oleh staf Pascasarjana, Nofiriyanto. Dalam kegiatan tersebut, tim mengunjungi beberapa instansi strategis di Kota Magelang, yaitu Polresta Magelang, Pengadilan Negeri Magelang, Kejaksaan Negeri Magelang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Magelang, serta Badan Kepegawaian Magelang.

Dalam pemaparannya, Laili Nur Anisah menjelaskan berbagai keunggulan Program Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram, mulai dari kurikulum yang relevan dengan perkembangan hukum dan kebutuhan dunia kerja, tenaga pengajar yang kompeten, hingga fleksibilitas perkuliahan yang mendukung para profesional dalam menempuh pendidikan lanjutan.

“Kami berharap melalui kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan informasi yang komprehensif kepada para pegawai dan aparatur di lingkungan instansi penegak hukum maupun pemerintahan mengenai kesempatan melanjutkan studi di Program Magister Hukum Universitas Widya Mataram. Pendidikan lanjutan merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme di bidang hukum,” ujar Laili Nur Anisah.

Kegiatan sosialisasi mendapat sambutan positif dari masing-masing instansi yang dikunjungi. Para peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait persyaratan pendaftaran, sistem perkuliahan, kurikulum, serta peluang pengembangan karier setelah menyelesaikan studi magister hukum.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram berharap dapat memperluas jangkauan informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dengan berbagai instansi penegak hukum dan pemerintahan di wilayah Magelang.

Tentang Program Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram

Program Magister Hukum Pascasarjana Universitas Widya Mataram berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional di bidang hukum, mampu menjawab tantangan perkembangan hukum nasional maupun global, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang berkeadilan.

Kontak Informasi:
Program Pascasarjana Universitas Widya Mataram
Program Studi Magister Hukum

Audiensi Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Widya Mataram dengan KPUD D.I. Yogyakarta

Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Widya Mataram melakukan audiensi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Hari Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring kelembagaan sekaligus memperkenalkan Program Studi Magister Hukum Universitas Widya Mataram kepada para penyelenggara pemilu di lingkungan KPUD D.I. Yogyakarta.

Dalam audiensi tersebut, pihak Program Pascasarjana Universitas Widya Mataram diwakili oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Aida Dewi, S.H., M.H. Sementara itu, rombongan diterima langsung oleh Ketua KPUD D.I. Yogyakarta, Ahmad Shidqi, S.T.H.I., M.Hum., beserta jajaran di lingkungan KPUD.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak membahas rencana kerja sama kelembagaan melalui nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Widya Mataram dengan KPUD D.I. Yogyakarta. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan berbagai kegiatan akademik maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya yang berkaitan dengan bidang hukum, ketatanegaraan, dan kepemiluan.

Selain membahas rencana kerja sama, audiensi ini juga menjadi momentum bagi Program Pascasarjana Universitas Widya Mataram untuk memperkenalkan Program Studi Magister Hukum kepada para komisioner dan pegawai di lingkungan KPUD D.I. Yogyakarta, khususnya bagi mereka yang belum menempuh pendidikan pada jenjang pascasarjana. Dalam pemaparannya, Direktur Pascasarjana menjelaskan berbagai keunggulan program studi, sistem perkuliahan yang fleksibel, serta peluang pengembangan kompetensi akademik bagi para profesional yang bekerja di bidang pemerintahan dan kelembagaan negara.

Direktur Pascasarjana Universitas Widya Mataram, Dr. Aida Dewi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum sangat penting bagi para penyelenggara pemilu, mengingat dinamika regulasi dan praktik ketatanegaraan yang terus berkembang. Oleh karena itu, melalui program Magister Hukum Universitas Widya Mataram diharapkan para penyelenggara pemilu dapat memperdalam pemahaman hukum sekaligus meningkatkan kapasitas analisis terhadap berbagai persoalan hukum yang muncul dalam praktik kepemiluan.

Melalui audiensi ini diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara Universitas Widya Mataram dengan KPUD D.I. Yogyakarta, baik dalam bidang pendidikan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, maupun kegiatan akademik lainnya yang mendukung penguatan demokrasi dan tata kelola kepemiluan di Indonesia.

Sosialisasi dan Diskusi tentang Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Widya Mataram

Dalam rangka memperkenalkan serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program pendidikan lanjutan di bidang hukum, Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Widya Mataram menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pada Hari Selasa Tanggal 23 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh pengelola Program Studi Magister Hukum dan diwakili langsung oleh Direktur Pascasarjana Universitas Widya Mataram, Dr. Aida Dewi, S.H., M.H.

Sosialisasi ini dilakukan melalui kunjungan dan diskusi ke sejumlah instansi penegak hukum di wilayah Kabupaten Bantul. Beberapa instansi yang menjadi tujuan kegiatan antara lain Pengadilan Negeri Bantul, Kejaksaan Negeri Bantul, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pajangan Bantul, serta Kepolisian Resor Bantul. Dalam setiap kunjungan tersebut, tim Pascasarjana Universitas Widya Mataram disambut dengan baik oleh para pimpinan dan jajaran instansi yang dikunjungi, serta berlangsung dialog interaktif mengenai pentingnya peningkatan kompetensi akademik bagi para praktisi hukum.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, pihak pengelola Pascasarjana memaparkan berbagai informasi mengenai Program Studi Magister Hukum Universitas Widya Mataram, mulai dari sistem perkuliahan, kurikulum berbasis penguatan analisis hukum, hingga peluang pengembangan karier bagi para praktisi di bidang hukum, baik yang berasal dari kalangan aparat penegak hukum, advokat, aparatur pemerintah, maupun masyarakat umum yang memiliki minat dalam pengembangan ilmu hukum.

Program Studi Magister Hukum Universitas Widya Mataram memiliki sejumlah keunikan dan keunggulan, di antaranya pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kajian akademik dengan praktik penegakan hukum, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tetapi juga mampu menganalisis berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat. Selain itu, proses pembelajaran didukung oleh tenaga pengajar yang berasal dari kalangan akademisi maupun praktisi hukum yang berpengalaman di bidangnya.

Dari sisi mutu pendidikan, Program Studi Magister Hukum Universitas Widya Mataram juga telah memperoleh akreditasi Baik Sekali dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola program studi, serta proses pembelajaran yang memenuhi standar nasional pendidikan tinggi.

Direktur Pascasarjana Universitas Widya Mataram, Dr. Aida Dewi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Widya Mataram dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjalin sinergi dengan berbagai institusi penegak hukum. Melalui kegiatan ini diharapkan para aparatur penegak hukum serta masyarakat luas semakin mengenal keberadaan dan kualitas Program Studi Magister Hukum Universitas Widya Mataram.

Dengan semakin luasnya informasi yang diterima oleh masyarakat dan para praktisi hukum, diharapkan tumbuh minat yang lebih besar untuk melanjutkan studi pada Program Studi Magister Hukum Universitas Widya Mataram, sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum serta mendukung terwujudnya penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan.

Program Magister Hukum UWM Raih Akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT

Program Studi Magister Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta meraih akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 6463/SK/BAN-PT/Ak/M/V/2025 yang dirilis pada Kamis (15/5). Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UWM dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang hukum pada jenjang pascasarjana.

Capaian tersebut disambut dengan penuh syukur dan apresiasi oleh sivitas akademika UWM. Dekan Fakultas Hukum UWM, Dr. Hartanto, S.E., S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa predikat ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi bersama. “Akreditasi ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan komitmen seluruh dosen, tim akreditasi, mahasiswa, alumni, tenaga kependidikan, serta pimpinan dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang bermoral, beretika, dan bermartabat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Hartanto menegaskan bahwa predikat “Baik Sekali” tidak boleh menjadi zona nyaman, melainkan menjadi pemicu untuk refleksi dan inovasi berkelanjutan. “Akreditasi ini hendaknya tidak menjadi zona nyaman bagi kami semua, tetapi menjadi ruang kontemplatif untuk terus memperbaiki diri dan mewujudkan nilai The Guardian of Intellectual in Culture,” tambahnya.

Ketua Program Studi Magister Hukum, Dr. Aida Dewi, S.H., M.H., menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses reakreditasi, termasuk mitra strategis dari institusi hukum dan pendidikan. “Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT bahwa Magister Hukum UWM telah mendapatkan akreditasi dengan peringkat ‘Baik Sekali’. Atas kerja keras dan kerjasamanya kami ucapkan beribu-ribu terima kasih,” tuturnya.

Dr. Aida secara khusus menyebutkan peran mitra eksternal seperti Polda DIY, Kejaksaan Tinggi DIY, Pengadilan Tinggi DIY, Kanwil Kemenkumham, Pemda DIY, serta universitas mitra seperti UAD, UMY, UAJY, dan UJB. Ia menilai, kolaborasi multipihak adalah kunci dalam menjaga relevansi akademik dan konektivitas antara dunia pendidikan dan praktik hukum.

Sementara itu, Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menekankan bahwa akreditasi ini merupakan refleksi dari komitmen institusional dalam menghadirkan pendidikan hukum yang unggul dan kontekstual. “Reakreditasi ini bukan hanya capaian administratif, tetapi juga cerminan dari komitmen kami untuk menghasilkan lulusan Magister Hukum yang unggul, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan hukum di tingkat nasional maupun global,” ungkapnya.

Menurut Prof. Edy, akreditasi “Baik Sekali” akan menjadi landasan penting untuk memperluas jejaring akademik, memperkuat kapasitas riset dan pengabdian, serta meningkatkan kualitas lulusan. Ia juga menegaskan pentingnya inovasi kurikulum, internasionalisasi program, dan pelibatan aktif mahasiswa dalam pengembangan keilmuan hukum yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Predikat “Baik Sekali” menjadi sinyal positif bahwa Program Magister Hukum UWM tidak hanya konsisten menjaga mutu akademik, tetapi juga siap bertransformasi menuju pusat studi hukum yang relevan, progresif, dan berdampak. Dengan semangat kolaboratif dan visi strategis, UWM terus berkomitmen mencetak lulusan hukum yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan memiliki kepedulian sosial tinggi (Sumber: website Universitas Widya Mataram).

Yudisium dan Pelepasan Wisudawan Semester Ganjil T.A 2024/2025 Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram

Yogyakarta, 27 Februari 2024 – Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) menggelar acara yudisium dan pelepasan bagi para lulusan program Sarjana (S1) dan Magister (S2) di Hotel LPP Garden Yogyakarta pada Kamis, 27 Februari 2024. Acara ini berlangsung dengan lancar dan khidmat, dihadiri oleh Rektor Universitas Widya Mataram, para dekan di lingkungan UWM, serta dosen-dosen Fakultas Hukum.

Dalam kesempatan ini, sebanyak 103 lulusan S1 dan 5 lulusan S2 resmi dilepas untuk memasuki dunia profesional maupun akademik yang lebih tinggi. Rektor Universitas Widya Mataram dan Dekan Fakultas Hukum dalam sambutannya memberikan pesan kepada para lulusan agar senantiasa menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai hukum, serta menjaga nama baik almamater Universitas Widya Mataram.

Acara ini menjadi momentum berharga bagi para lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya. Dengan bekal ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum UWM, diharapkan mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia hukum di Indonesia

PERTEMUAN STAKEHOLDER UPAYA PERSIAPKAN AKREDITASI MAGISTER HUKUM LEBIH BAIK

Yogyakarta, 8 Oktober 2024 – Program Magister Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) menggelar pertemuan penting dengan para stakeholder dalam rangka persiapan visitasi akreditasi program studi, yang akan dilaksanakan pada 8 Oktober 2024. Acara ini dihadiri oleh berbagai mitra strategis, termasuk perwakilan dari Polrestabes Kota Yogyakarta, Pengadilan Negeri Bantul, Kejaksaan Tinggi Yogyakarta, mahasiswa Magister Hukum, serta perwakilan dari program studi Magister Hukum dari beberapa universitas di sekitar Yogyakarta.

Kaprodi Magister Hukum, Dr. Aida Dewi, S.H., M.H., menegaskan pentingnya peran pertemuan ini sebagai sarana untuk mengkonsolidasikan persiapan instrumen akreditasi, yang menjadi langkah krusial dalam peningkatan mutu program studi. “Pertemuan ini menjadi ajang untuk mengumpulkan masukan, dukungan, dan sinergi dari para stakeholder. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas program agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Dr. Aida Dewi.

Selain diskusi mengenai persiapan akreditasi, pertemuan ini juga membahas langkah-langkah kolaboratif yang dapat dilakukan ke depannya, baik dalam hal praktik pendidikan maupun peluang penelitian bersama. Semua pihak yang hadir berharap agar program studi Magister Hukum UWM dapat mencapai hasil akreditasi yang optimal, guna memperkuat perannya dalam mencetak profesional hukum yang handal di Indonesia.

MAGISTER HUKUM UWM DAN MAGISTER HUKUM UAD SUKSES SELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL

Yogyakarta – Program Studi Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya mataram Universitas bekerjasama dengan Program Studi Magister Hukum Ahmad Dahlan (PSMH FH UAD) sukses melaksanakan seminar nasional pada Sabtu, 11 November 2023 di Grand Rohan Hotel.

Seminar Nasional ini mengangkat tema “Karakteristik Batas Usia dalam Putusan MK RI: Perspektif Konstitusionalisme”. Tema seminar yang dipilih merupakan isu yang sedang hangat pada akhir-akhir ini. Putusan MK tentang batas usia dalam pencalonan presiden dan wakil presiden masih menjadi perdebatan dan diskusi di lingkungan masyarakat.

Seminar nasional ini diawali dengan sambutan Dekan FH UAD, Dr. Hj. Megawati, S.H., M.Hum., “Akhir-akhir ini kita berada pada kondisi konstitusi yang kurang baik, hal ini berhubungan dengan adanya putusan MK tentang batas usia. Maka seminar nasional ini menjadi salah satu wadah bagi kita untuk berdiskusi secara ilmiah terkait dengan putusan yang ada”.

“Hukum dan politik akan selalu beriringan. Menambah ilmu dan pengetahuan tentang konstitusi negara merupakan suatu kewajiban bagi kita, sehingga memberikan kesiapan pada kita untuk menghadapai tahun politik”, tegas Dekan FH UAD.

Narasumber dalam seminar nasional kali ini adalah Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum. dan Dr. Agus Riwanto, S.H., M.H., yang kemudian sebagai moderator Dr. H. Murdoko, S.H., M.H. Dosen FH UWM. Sekilas yang dapat menjadi renungan dari diskusi dalam seminar kali ini adalah Putusan MK tentang batas usia pada dasarnya telah selesai diputuskan, tetapi gejolaknya masih terasa hingga saat ini. Membahas tentang karakteristik batas usia dalam Putusan MK, seharusnya memahami terlebih dahulu batas usia itu masuk dalam pembahasan yang mana. Batas usia terkadang masuk dalam masalah konstitusional, tetapi terkadang masuk pada masalah legal policy (kebijakan terbuka)

Kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) Antara Fakultas Hukum Kampus Widya Mataram Yogyakarta dan Universitas Ahmad Dahlan

Pada tanggal 15 Agustus 2023, Fakultas Hukum Kampus Widya Mataram Yogyakarta dan Universitas Ahmad Dahlan telah menandatangani sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang bersejarah. Penandatanganan ini merupakan simbol dari komitmen bersama untuk memajukan pendidikan hukum dan penelitian di Indonesia.

MoU ini mencakup beberapa inisiatif penting, termasuk:

  • Pertukaran Akademik: Program pertukaran dosen dan mahasiswa akan memungkinkan kedua institusi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memperkaya kurikulum pendidikan hukum dengan perspektif baru.
  • Penelitian Bersama: Kolaborasi dalam penelitian hukum akan mendorong pengembangan solusi hukum yang inovatif dan relevan dengan tantangan sosial dan keadilan saat ini.
  • Seminar dan Workshop: Penyelenggaraan seminar dan workshop bersama akan menjadi wadah untuk diskusi ilmiah dan pertukaran ide antara akademisi dan praktisi hukum.
  • Pengabdian Masyarakat: Inisiatif bersama dalam pengabdian masyarakat akan meningkatkan akses keadilan dan kesadaran hukum di kalangan masyarakat luas.

Dekan Fakultas Hukum Kampus Widya Mataram, Dr. Kelik Endro Suryono, S.H., M.H., menyatakan bahwa kerjasama ini akan membuka jalan bagi inovasi dan kemajuan dalam pendidikan hukum di Indonesia. Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Rina Herawati, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya sinergi antaruniversitas dalam menghadapi tantangan global dan mempersiapkan generasi hukum yang tangguh.

Kerjasama ini diharapkan tidak hanya akan memperkuat hubungan antara kedua fakultas hukum, tetapi juga akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan ilmu hukum dan praktik keadilan di Indonesia.