Kaprodi S2 Hukum UWM: Peran Perempuan dalam Pesta Demokrasi

Perempuan dalam pesta demokrasi memiliki peran strategis untuk menjunjung tinggi hak asasi perempuan dan pada prinsipnya demokrasi itu berbasis kesetaraan ataupun keadilan gender. Salah satu bentuk perhatian terhadap perempuan adalah ketika pencalonan legislatif, undang-undang mewajibkan 30% keterwakilan perempuan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Aida Dewi, S.H., M.H. yang merupakan Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Hukum Fakultas Hukum (FH) UWM dalam acara edukasi dengan tema “Sikap Perempuan Menghadapi Pemilu 2024” yang diselenggarakan oleh Ikatan Wanita Widya Mataram Yogyakarta (IWWAMY) di Ruang Soekarno Nehru Kampus I Universitas Widya Mataram (UWM), Dalem Mangkubumen, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (15/12/2023). Acara yang dihadiri 44 orang dosen, karyawan dan istri dosen-karyawan UWM ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ibu. Hadir dalam acara ini istri Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Emy Rohayati, S.H.

Lebih lanjut, Aida menambahkan bahwa dalam bidang kepemiluan, peran perempuan penting dan mempunyai kedudukan yang sama dengan kaum laki-laki, dan regulasi pun mendukung perempuan untuk terlibat banyak dalam pemilu, baik sebagai penyelenggara, peserta, pemantau, relawan hingga kader partai politik.

Prinsip pemilu bebas berarti seluruh warga negara yang memiliki hak suara, secara merdeka, tanpa tekanan dan/atau paksaan menggunakan hak pilihnya. Prinsip terbuka berarti pemilu melibatkan semua pihak, sehingga pelaksaannya transparan, akuntabel, kredibel dan partisipatif. “Prinsip jujur berarti semua pihak yang terlibat dalam pemilu harus bertindak dan bersikap dengan mengedepankan nilai-nilai kebenaran,” kata dosen FH UWM ini.

Prinsip kompetitif berarti pemilu bebas dari segala bentuk mobilisasi politik baik dengan iming-iming uang, barang, jasa, jabatan maupun dengan intimidasi, tekanan dan paksaan yang membuat peserta pemilu tertentu dapat dipastikan menang sebelum semua tahapan pemilu berakhir.

“Peran Perempuan untuk menjaga legitimasi politik pemilih untuk mewujudkan pemilu demokratis dibutuhkan beberapa prinsip salah satunya prinsip adil yang berarti pemilih dan peserta pemilu mendapatkan perlakuan yang sama,” tegasnya.

Sambutan dan pengarahan disampaikan oleh Rektor UWM yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor (WR) I UWM Dr. Jumadi, S.E., M.M. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus IWWAMY Periode 2023-2027. 
Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P. yang juga merupakan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UWM terpilih menjadi Ketua Umum IWWAMY Periode 2023-2027.

Acara selanjutnya adalah pengumuman Penampil Busana Terbaik. Hadiah diserahkan oleh Emy Rohayati, S.H. kepada para pemenang.

Acara ini ditutup dengan ramah tamah, flash mob, kado silang dan pengundian doorprize. IWWAMY, teruslah berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat!

UWM Perkuat Kerjasama Internasional dengan UniKL

Kunjungan Universitas Widya Mataram (UWM) ke Universiti Kuala Lumpur (UniKL) pada Senin (27/11/2023) diterima oleh Assoc. Prof. Ir. Dr. Azman Senin yang merupakan Acting President/Chief Executive Officer (CEO) UniKL.

“Kami bahagia menerima rencana kerjasama antara 2 kampus yag berada dibawah kerajaan. UniKL berencana untuk mensukseskan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Indonesia dan sekaligus ingin mempelajari bagaimana MBKM,” kata Assoc. Prof. Azman.

“Implementasi kerjasama bisa dilakukan dengan matching fund maupun joint conference. UniKL telah memiliki 87 ribu alumni dari freshgraduate. Para mahasiswa tersebut menyalurkan aspirasinya melalui parlemen,” tambahnya.

UniKL memiliki program festival seni antar mahasiswa. “Hal ini merupakan peluang bagi UWM sebagai kampus berbasis budaya untuk melakukan komunikasi antarbudaya antara 2 negara. Disamping itu, UniKL sebagai kampus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Malaysia, yaitu bukan kampus negeri ataupun bukan swasta, memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR),” kata CEO UniKL ini.

Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam sambutannya menyampaikan merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang diprakarsai oleh mendiang Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. “UWM hadir dengan komitmen untuk menyiapkan mahasiswa yang siap menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi. UWM memiliki keunggulan heritage karena memiliki gedung tertua di Indonesia,” kata mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini.

Rektor UWM merasa terhormat disambut oleh jajaran pimpinan dan berkesempatan melihat secara langsung ke rooftop UniKL. “Diharapkan kedepan UWM UniKL dapat berkolaborasi dalam penulisan jurnal, pertukaran mahasiswa dan budaya. Kerjasama kedepan yang dapat dilakukan dalam waktu dekat dengan memanfaatkan teknologi untuk penyelenggaraan joint seminar,” kata mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini.

Delegasi UWM terdiri dari Rektor beserta Wakil Rektor (WR) I Dr. Jumadi, S.E., M.M., WR II Dyah Titin Laswati, S.T.P., M.P., dan WR III Puuji Qomariyah, S.Sos., M.Si., serta Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Drs. Samsul Bakri, M.M., Dekan Fakultas Hukum (FH) Dr. Kelik Endro Suryono, S.H., M.Hum., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Dr. As Martadani Noor, M.A., serta Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P.

Rombongan dijamu dengan hangat oleh pimpinan dan dekan di lingkungan UniKL. Hadir dalam pertemuan ini Prof. Ts. Dr. Ahmad Naim Ahmad Yahaya yang merupakan Dean of Institute of Postgraduate Studies, Deputy President of Student Development & Campus Lifestyle Prof. Ts. Dr. Zalizah Awang Long, dan Prof. Dr. Naziruddin Abdullah yang merupakan Dean of Universiti Kuala Lumpur Business School.

Semoga kerjasama ini membawa kemajuan bagi kedua institusi.

Rektor UWM: Akselerasi UMRI, UWM Bersiap Belajar untuk Berkembang

Universitas Widya Mataram (UWM) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) pada Jumat (24/11/2023) di Kampus UMRI. Delegasi UWM dipimpin oleh Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dengan didampingi para Wakil Rektor (WR) dan Dekan. Dalam kesempatan ini, dilaksanakan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU), Memorandum Of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) antara UWM dan UMRI. Delegasi UWM disambut oleh Rektor UMRI Dr. Saidul Amin, M.A., beserta WR I, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) dan Kerjasama, serta para Dekan dan Ketua Program Studi (Kaprodi).

Rektor UMRI Dr. Saidul Amin, M.A. dalam sambutannya menyambut baik kerja sama ini. “MoU tidak hanya sekedar MoU, tetapi lebih pada implementasi. MoU tidak akan bernilai jika tidak ada Memorandum of Agreement (MoA). Kegiatan-kegiatan akan dapat dilakukan dalam jangka waktu panjang dan pendek,” katanya.

Rektor UWM dalam sambutannya menyampaikan merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang diprakarsai oleh mendiang Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. “UWM hadir dengan komitmen untuk menyiapkan mahasiswa yang siap menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi. UWM memiliki keunggulan heritage karena memiliki gedung tertua di Indonesia,” kata mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini.

“UMRI berkembang sangat pesat. Oleh karenanya UWM dapat belajar,” tambah Prof Edy yang merupakan mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini.

“Saat ini UWM telah menyelesaikan pembangunan Kampus Terpadu Tahap I, dan Tahap IIakan segera dilakukan,” tegasnya.

Diharapkan lingkungan akademis dapat menjadi lebih kaya ragam dan penuh inovasi melalui kolaborasi dalam tridarma perguruan tinggi. Semoga hal ini dapat memberikan dampak positif pada perkembangan pendidikan dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Tandatangani Nota Kesepahaman, UWM dan UIR Implementasikan Kerjasama

Universitas Widya Mataram (UWM) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Islam Riau (UIR) pada Jumat (24/11/2023) di Kampus UIR. Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. memimpin delegasi, dengan didampingi para Wakil Rektor (WR) dan Dekan. Dalam kesempatan ini, dilaksanakan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU), Memorandum Of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) antara UWM dan UIR. Delegasi UWM disambut oleh Rektor UIR Prof. Dr. Syafrinaldi, SH., MCL, beserta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dekan Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) dan Kerjasama, serta staf divisi kerjasama dan humas.

Rektor UIR Prof. Dr. Syafrinaldi, SH., MCL dalam sambutannya menyambut baik kerja sama ini. “MoU tidak boleh menjadi sleeping document. Adanya pandemi Covid-19 telah memberi pelajaran untuk kita semua, sehingga saat ini implementasi MoU dapat dilakukan,” tambahnya.

Rektor UWM dalam sambutannya menyampaikan merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang diprakarsai oleh mendiang Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. “UWM hadir dengan komitmen untuk menyiapkan mahasiswa yang siap menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi,” kata mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini.

“Dengan penandatangan Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat langsung melaksanakan joint seminar dan publikasi. Dan adanya funding support utk MBKM maka dapat dilakukan pertukaran mahasiswa, studi doktoral, dan pembelajaran dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM),” tambah Prof Edy yang merupakan mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini.

“Jangan sampai ada sleeping MoU. Dengan adanya teknologi, maka MoU dapat diimplementasikan,” tegasnya.

Semoga lingkungan akademis menjadi lebih beragam dan inovatif dengan adanya kerjasama dalam penelitian dan pertukaran pengetahuan, yang akan memberikan kontribusi positif untuk pendidikan dan kemajuan ilmu pengetahuan.

UWM Tandatangani Kerjasama dengan UNILAK

Universitas Widya Mataram (UWM) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Lancang Kuning (UNILAK) pada Jumat (24/11/2023) di Kampus UNILAK. Delegasi dari UWM dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., didampingi para Wakil Rektor (WR) dan Dekan. Dalam kesempatan ini, dilaksanakan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU), Memorandum Of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) antara UWM dan UNILAK.

Rektor UNILAK Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum. dalam sambutannya menyambut baik kerja sama ini, termasuk untuk kerjasama publikasi.

Rektor UWM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerjasama ini untuk meningkatkan kinerja perguruan tinggi untuk kemajuan bersama. “Kerjasama yang dimaksud joint publication, riset dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” kata mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini.

“Kerjasama ini juga diharapkan untuk pengembangan sinergi antar peguruan tinggi untuk bersama-sama menyiapkan lulusan yang inovatif dan kompatibel,” tambah Prof Edy yang merupakan mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini.

Semoga dengan kerjasama ini akan tercipta lingkungan akademis yang lebih beragam dan inovatif, membuka peluang kolaborasi dalam penelitian dan pertukaran pengetahuan untuk memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Penguatan dan Sinergi Kelembagaan Internal FH UWM

Fakultas Hukum (FH) Universitas Widya Mataram (UWM) mengadakan rapat kerja di Hotel Horison Ultima Riss, Yogyakarta pada Sabtu (22/7). Acara ini bertujuan untuk persiapan Semester Ganjil Tahun Akademik 2023/2024. Acara ini dihadiri oleh Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Dekan FH UWM Dr. Kelik Endro Suryono, M.Hum., Wakil Dekan I Said Munawar, SH, MH, Wakil Dekan II Cunduk Wasiati, SH, M.Hum., seluruh dosen dan tenaga kependidikan FH UWM.

Rektor UWM dalam sambutannya menekankan pentingnya silaturahmi dalam setiap kegiatan serta upaya membangun jaringan yang kuat antara institusi, baik pemerintah maupun swasta, untuk menguatkan posisi universitas dalam kancah pendidikan.

Lebih lanjut, mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini menegaskan bahwa penguatan dan sinergi kelembagaan di dalam universitas memiliki peran krusial dalam membangun institusi yang kuat dan berdaya saing.

Dekan FH UWM dalam sambutannya menyampaikan tentang tujuan rapat kerja ini. “Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Rapat Koordinasi Universitas yang lebih khusus ditujukan untuk memperkuat dan meningkatkan sinergi kelembagaan internal FH UWM,” kata dosen S2 FH UWM ini.

UWM terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan serta menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Semoga sinergi dan semangat membangun institusi yang kuat akan terus menggelorakan di lingkungan kampus dan mengantarkan universitas menuju masa depan yang gemilang.

Pelepasan Purna Tugas Tenaga Kependidikan Universitas Widya Mataram

Universitas Widya Mataram (UWM) menyelenggarakan acara pemberian tali asih kepada tenaga kependidikan (tendik) purna tugas yang telah menyelesaikan tugas pengabdiannya di UWM di Ruang Sidang Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Sleman pada Selasa (18/7). Acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada para tendik yang telah menunjukan komitmen terhadap UWM. Tenaga kependidikan yang purna tugas adalah Hj. Sutiyem. S.E., Ir. Yuliarini Rahayu Kusumawati, Tri Rokhyat Yuliasih dan Alm. Hj. Nana Farhana, A.Md.

Rektor Universitas Widya Mataram, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh purna tugas UWM dalam perannya sebagai tenaga kependidikan yang telah mengabdi dan menunjukan komitmen terhadap UWM. “Banyak hal yang dapat diteladani dari para tendik yang telah menyelesaikan tugasnya, hal ini dapat terlihat dari setiap amanah yang dijalankan mereka telah memberikan kontribusi yang terbaik,” tambahnya.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada para tendik purna tugas, yang diberikan secara langsung oleh Rektor UWM.

Pelantikan Dosen dan Pegawai Baru UWM

Universitas Widya Mataram (UWM) menyelenggarakan Pelantikan Calon Pegawai dan Pegawai Tetap yang terdiri dari Dosen dan Tenaga Kependidikan di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman pada Selasa (18/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pegawai di lingkungan UWM.

Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. selaku Rektor UWM, pada kesempatan ini melantik 6 Pegawai Tetap dan 6 Calon Pegawai UWM. Dalam sambutannya selain mengucapkan selamat kepada 12 pegawai yang dilantik, Rektor UWM juga memberikan pesan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. “Dalam bekerja harus memiliki integritas. Selain itu diharapkan mempu berpikir bagaiamana cara  menghadirkan inovasi-inovasi untuk tata kelola UWM yang lebih baik,” kata mantan Ketua Forum Rektor ini.

Acara ini juga dihadiri oleh para Wakil Rektor dan beberapa pejabat struktural di lingkungan UWM. Dukungan dan fasilitas yang memadai bagi para dosen dan tenaga kependidikan agar mereka dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka secara optimal telah menjadi komitmen UWM. Acara ini diakhiri dengan serah terima Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai dan foto bersama. 

Lalui Ujian Terbuka, Dosen FH UWM Raih Gelar Doktor

Roni Sulistyanto Luhukay, S.H., M.H., yang merupakan dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Widya Mataram (UWM) telah dinyatakan lulus Ujian Terbuka dan menyandang gelar Doktor pada Ujian Terbuka (Promosi Doktor) pada Rabu (12/7) di Aula Pancasila, Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya dengan IPK 3,82 dan predikat Sangat Memuaskan. Bertindak sebagai Promotor adalah Prof. Dr. Tatiek Sri Djatmiati, S.H., M.S. dan Ko promotor Dr. Emanuel Sujatmoko, S.H., M.S.

Sidang terbuka Promovendus dipimpin oleh Dr. Enny Narwati, S.H., M.H. Dewan penguji terdiri atas Dr. Ghansam Anand, S.H., M.Kn., Prof. Dr. Muchamad Zaidun, S.H., M.Si., Prof. Dr. Rahmi Jened, S.H., M.H., Prof. Dr. L. Budi Kagramanto, S.H., M.H., M.M., Dr. Sukardi, S.H., M.H., M.Hum., Dr. Rr. Herini Siti Aisyah, S.H., M.H., dan Indria Wahyuni, S.H., LL.M., Ph.D. Dalam ujian terbuka ini, Promovendus menyampaikan penelitian disertasinya yang berjudul Perlindungan Hukum Hak Orang Asli Papua dalam Perspektif Otonomi Khusus.

Roni, dalam presentasinya menyampaikan bahwa penelitiannya ini memberikan gambaran konsep keberagaman dalam negara kesatuan yang setidaknya memberikan pembangunan otonomi khusus dalam sistem desentralisasi asimetris, dengan membangun konsep keberagaman yang tergambar dalam Bhineka Tunggal Ika yang setidaknya mampu menjawab berbagai problem yang terjadi. “Pembentukan Otonomi Khusus Papua tidak lepas dari sejarah pelanggaran HAM, kesenjangan pembangunan, Gerakan separatisme kemerdekaan serta pemerintah menyadari adanya perbedaan suku, kultur dan kebiasaan yang menjadi indikasi kuat pembentukan otonomi khusus tersebut,” kata Roni.

Setidaknya berbagai problem berkaitan dengan Pilar penting dalam Undang-Undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus) seperti pemenuhan hak-hak mendasar orang asli Papua tidak dibarengi dengan penafsiran yang jelas dan detail sehingga berhenti pada tataran impelementasi, “Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegagalan memaknai enam prinsip yang di tuangkan dalam UU Otsus Papua berdampak pada terjadinya problematikan overlapping peraturan perundang- undangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tae Kwon Do UWM ini.

Karakteristik perlindungan hukum secara preventif dan represif juga mengalami kegagalan hal ini dapat di lihat dari turunan UU Otsus belum mampu memberikan eksistensi kepada orang asli Papua hingga hari ini orang asli Papua masih terbelenggu dengan jaminan eksistensi yang diamanahkan Otsus, selain itu dalam perlindungan represif belum terbetuknya Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). “Problematika pengawasan pengellan otsus dimana adanya pemeliharaan isu keamanan untuk meningkatkan dana otsus dan mereduksi pengawasan masih terjadi hingga saat ini,” tegas Roni.

GKR Mangkubumi Dianugerahi Doktor Honoris Causa oleh Northern Illinois University

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi secara resmi dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat, Rabu (28/6/2023). Hal itu ditandai dengan pemindahan tali toga dan penyerahan ijazah dari Executive Vice President and Provost NIU, Dr. Laurie Elish-Piper.

Dalam pidato ilmiahnya, GKR Mangkubumi menyampaikan bahwa gelar ini menjadi pengingat bahwa perjalanan tidak berhenti sampai di sini, melainkan menandai babak baru dalam komitmen seumur hidup untuk terus mendobrak batas-batas pengetahuan, memupuk inovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat. “Saya menerima kehormatan ini dengan penuh kerendahan hati dan dedikasi, karena saya tahu bahwa kehormatan ini disertai dengan tanggung jawab yang besar untuk terus berjuang mencapai yang terbaik, menginspirasi orang lain, dan membuat perbedaan yang positif di dunia,” katanya.

Provost Laurie Elish-Piper mengungkapkan bahwa anugerah Doktor Honoris Causa yang diberikan kepada GKR Mangkubumi yang saat ini aktif pada berbagai organisasi adalah bahwa beliau telah banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, cultural curation, social advancement and advocacy” katanya.

President of NIU Lisa Freeman, Ph.D. dalam sambutannya yang disampaikan via video menyampaikan selamat atas penanugerahan Doktor Honoris Causa kepada GKR Mangkubumi.

Dean of the Graduate School and Associate Vice President of International Affairs, Dr. Kerry Wilks, dalam sambutannya mengatakan bahwa penganugerahan Doktor Honoris Causa ini salah satunya karena aktivitas GKR Mangkubumi dalam pemberdayaan perempuan di desa-desa terpencil. “Dengan adanya hal tersebut, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, yang akhirnya dapat mendukung program pengentasan kemiskinan khususnya di Indonesia,” tambahnya.

Dean of the College of Liberal Arts and Sciences, Prof. Dr. Robert Brinkmann dalam sambutannya menyampaikan bahwa penganugerahan Doktor Honoris Causa ini merupakan salah satu bentuk kerjasama NIU dengan UWM, seperti yang telah dilakukan sebelumnya dalam bentuk konferensi. “Kerjasama ini juga telah dilakukan di Malaysia dan beberapa universitas lainnya,” ujar Brinkmann.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya menyampaikan ungkapan rasa terima kasih yang mendalam, disertai penghargaan yang tinggi, atas penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa kepada GKR Mangkubumi.

“Saya mewakili Kraton Yogyakarta mengucapkan selamat dan turut  memohon doa restu, agar GKR Mangkubumi senantiasa diberi keteguhan sikap batin, moralitas, dan kearifan dalam mengemban dan mengamalkan amanah atas kehormatan ini,” kata Sultan.